Pekalongan Prioritas Tanggul Laut Raksasa, Terancam Tenggelam

Pekalongan kini jadi prioritas pembangunan Tanggul Laut Raksasa (GSW) tahap pertama. Kondisi kota batik yang terancam tenggelam mendesak pemerintah bertindak cepat.

Admin

👁️ 475 kali dilihat

Pekalongan, Jumat (3/4/2026) — Kota Pekalongan kini berada di garis depan krisis pesisir, dengan kondisi darurat yang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah pusat serius mendorong agar wilayah yang dikenal sebagai Kota Batik ini masuk dalam daftar prioritas pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) tahap pertama, menyusul Teluk Jakarta serta wilayah Semarang-Kendal-Demak.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara khusus mengusulkan prioritas Pekalongan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ). Ia menekankan bahwa sebagian besar wilayah Pekalongan telah berada di bawah muka air laut, menjadikan penanganan mendesak. Kondisi kritis di Pekalongan ini telah diakui Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf sejak Februari 2026, yang menyebutkan Pekalongan sudah tenggelam, berbeda dengan Semarang yang mengalami rob 7 hingga 9 sentimeter. Ancaman banjir rob semakin sulit dikendalikan dan berpotensi mempercepat tenggelamnya kawasan pesisir.

Dorongan pemerintah untuk proyek GSW tidak hanya terbatas pada Kota Pekalongan. Anggota DPR RI Rizal Bawazier bahkan menyampaikan bahwa usulan pembangunan tanggul laut difokuskan dari Ulujami, Kabupaten Pemalang, hingga Batang Barat, area yang paling terdampak banjir rob dan abrasi. Ia menekankan perlunya prioritas penanganan untuk Pekalongan agar tidak menunggu selesainya proyek dari Banten sampai Gresik. Kemungkinan perluasan cakupan hingga Batang Timur juga masih dipertimbangkan, bergantung pada tingkat keparahan kondisi di lapangan.

BOPPJ menggarisbawahi urgensi pembangunan GSW untuk melindungi kontribusi wilayah Pantura Jawa terhadap PDB nasional yang mencapai sekitar 368,3 miliar dolar AS. Wilayah ini tidak hanya mengalami penurunan permukaan air tanah tetapi juga banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut, mengancam aset-aset penting. Meskipun demikian, proyek skala besar ini menghadapi kendala fiskal, sehingga jadwal pasti dimulainya pembangunan belum ditetapkan. Pemerintah harus mendahulukan daerah yang paling mendesak, dan Pekalongan adalah salah satunya.

Sumber: Koran Jakarta, Antara Foto, Radar Pekalongan, VIVA, IDX Channel, Teropong Media, Disway Jateng, Pekalongan News (Maret–April 2026)

Tags

Related Post

×