Kota Pekalongan – Penanganan banjir dan rob tak hanya dilakukan oleh tataran pemerintah, masyarakat harus ikut terlibat dalam penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan. Mendasari hal ini Kemitraan Jakarta menggandeng Komunitas Save Pekalongan untuk mendukung Program Penanganan Dampak Perubahan Iklim dan Banjir Rob di Kota Pekalongan.

Kemitraan Jakarta menggelar silaturahmi dengan Komunitas Save Pekalongan sekaligus talkshow di Ruang Meeting Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Rabu (1/6/2022).

Team Leader Program Adaptation Fund Kemitraan Jakarta, Dadang Hilman mengungkapkan bahwa acara semacam ini perlu dilakukan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat terdampak banjir rob salah satunya dengan komunitas-komunitas di sini.

“Kemitraan mulai dengan membantu pemda menanggulangi banjir rob melalui pembangunan ekosistem mangrove di PIM, saat ini kondisinya cukup parah dengan adanya banjir rob, tekanan air laut perlu dikendalikan agar mangrove dapat tumbuh dengan baik,” terang Dadang.

Disebutkan Dadang, Kemitraan juga melakukan. pendekatan dengan melakukan upaya peningkatan kapasitas dan pemahaman OPD, masyarakat, kelompok pemuda, dan sebagainya. “Komunitas-komunitas di sini juga kami libatkan dalam kegiatan sehingga hari ini selain silaturahmi juga talkshow untuk menambah pemahaman mereka,” jelas Dadang.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Save Pekalongan, Trisno Suwito menyampaikan bahwa Kota Pekalongan saat ini dihadapkan dengan persoalan terkait dengan lingkungan. Itu terlihat dari wilayahnya terkena dampak banjir rob akibat perubahan iklim yang naiknya permukaan air laut sejak beberapa tahun terakhir. “Perubahan iklim telah menyebabkan naiknya permukaan air laut dan pola curah hujan di Kota Pekalongan,” kata Trisno.

Dikatakan Trisno, pemerintah sedang berupaya melakukan penanganan banjir rob, namun penanganan dampak perubahan iklim di Kota Pekalongan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Tapi juga harus melibatkan elemen lain termasuk dari masyarakat. “Komunitas Save Pekalongan sebagai bagian dari masyarakat sipil selama ini telah ikut mencoba berkontribusi dalam upaya penanganan dampak perubahan iklim di Kota Pekalongan. Saat ini ada 40 komunitas yang bergabung dan siap untuk ikut kampanye dan aksi atas dampak perubahan iklim dan banjir rob di Kota Pekalongan,” tandas Trisno.

Selanjutnya, disebutkan Trisno pada talkshow ini menghadirkan narasumber Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Bambang Sugiyarto, Ulama Pekalongan, KH Ziman Hanifun Nusuk.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

Berbagi ke. . .
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *