Tekan AKI, AKB, Stunting, Dinkes Optimalkan Peran Tim Saber

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sangat konsen dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB) serta stunting dengan berbagai terobosan dan program yang saat ini sedang dilakukan, salah satunya dengan membentuk dan mengoptimalkan peran tim Sapu Bersih (Saber) Kematian Ibu dan Anak Tahun 2020.

Pembentukan Saber AKI dan AKB ini guna mewujudkan ibu dan anak yang sehat dan generasi unggul di Kota Pekalongan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Pekalongan, Tri Nurtiyasih,SKM,MKes, usai memantau kegiatan Deteksi Maternal, Bayi, dan Balita Resiko Tinggi oleh Tim Saber AKI dan AKB, bertempat di Puskesmas Sokorejo, Kecamatan Pekalongan Timur, Senin (10/2/2020).

“Tim Saber AKI dan AKB serta stunting ini merupakan program baru di Dinkes Kota Pekalongan pada tahun 2020 untuk menurunkan AKI, AKB serta stunting. Tim yang terdiri dari sejumlah dokter spesialis obgyn dan spesialis anak, kepala puskesmas, bidan, petugas gizi, kader posyandu, puskesmas yang terjadwal ini dibentuk di seluruh perwakilan puskesmas di masing-masing kecamatan yang ada di Kota Pekalongan. Untuk wilayah Pekalongan Utara minggu kemarin sudah di Puskesmas Krapyak, hari ini di Puskesmas Sokorejo untuk Kecamatan Pekalongan Timur, dan di wilayah Pekalongan Selatan ada di Puskesmas Buaran, serta Kecamatan Pekalongan Barat difokuskan di Puskesmas Medono,” terang Tiyas.

Dalam memaksimalkan program tim saber tersebut, lanjut Tiyas, semua ibu dan bayi yang memiliki resiko tinggi discreening oleh dokter spesialis obgyn dan dokter spesialis anak serta dapat memeriksakan dan berkonsultasi mengenai kesehatan kehamilannya dan kesehatan anaknya. Tiyas menjelaskan dari pemeriksaan ini, jika ditemukan permasalahan kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan khusus maka bisa segera langsung ditangani.

“Alhamdulillah di tahun 2020 ini belum ditemukan kasus AKI dan AKB, meKetika ditemukan kasus ibu hamil dan anak yang sangat serius dan harus dirujuk, maka bisa segera dirujuk dan tidak ada keraguan lagi bagi rumah sakit terkait diagnosa tersebut, sehingga bisa langsung ditangani. Melalui program ini, kesehatan ibu hamil dan anak juga bisa dipantau bersama-sama, maka AKI dan AKB serta stunting bisa ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, kami juga meningkatkan tata laksana rujukan kasus jangan sampai ada yang terlambat dan jangan sampai tidak ketahui faktor resikonya. Justru kematian itu terjadi karena faktor ini,” pungkas Tiyas.

Sumber Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *