Pekalonganinfo.com, Kota Pekalongan – Pesisir Utara Kota Pekalongan tepatnya di sebelah barat Pusat Informasi Mangrove (PIM) dan Krematorium, RT 04 RW 07,Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara,Kota Pekalongan ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Australian accredited non-government organisations (NGOs Australia)  sebagai lokasi konservasi mangrove. Oleh karena itu, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kandang Panjang khususnya bidang Penataan Lingkungan Kandang Panjang Asri bersama perangkat kelurahan dan mahasiswa KKN UNNES Semarang melakukan survey lapangan di lokasi bakal calon tempat konservasi mangrove,Selasa siang(26/10/2021).

Lurah Kandang Panjang, Amat Fauzan menjelaskan bahwa, kegiatan survey lapangan yang dilakukan ini adalah sebagai salah satu upaya mendukung dipilihnya lokasi pesisir utara yang berlokasikan di Kelurahan Panjang menjadi alternatif tempat konservasi mangrove. Hal ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah Kota Pekalongan, lokasi tempat mangrove ini sebagai rangkaian dari Taman Wisata Air Pekalongan yang tengah digarap.

“Dalam hal ini, kami dari Kelurahan Kandang Panjang memiliki kelompok masyarakat yang telah dibentuk untuk peduli terhadap lingkungan, terutama konservasi hutan mangrove ini. Pasalnya, di wilayah Kandang Panjang ini termasuk wilayah yang penurunan tanahnya cukup jelas dan di kelurahan kami sudah ada alat pengukur penurunan tanah yang dibangun oleh Badan Geologi Kementerian ESDM. Oleh karena itu,kami ingin membantu program pemerintah dalam mengantisipasi hal tersebut dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat untuk turut andil dalam menyelamatkan wilayah pesisir pantai,” tutur Fauzan.

Menurut Fauzan, abrasi yang terjadi di pesisir utara Kota Pekalongan ini cukup luar biasa, yang menyebabkan geotube yang sudah terpasang untuk melindungi pantai banyak yang sudah jebol (rusak) karena hantaman ombak yang cukup kuat ditambah naiknya pasang air laut (rob) yang masih sering terjadi sampai saat ini. Meskipun sudah ada tanggul raksasa yang dibangun oleh pemerintah pusat, Fauzan menilai, di wilayah Kelurahan Kandang Panjang bisa dikatakan sudah 90 persen terbebas dari rob,hanya saja yang diantisipasi adalah jika adanya banjir yang disebabkan oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi.

“Tetapi yang namanya air, tidak hanya rob saja,ada bencana banjir juga,ini yang harus diantisipasi, termasuk supaya masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama karena kita posisinya berada di wilayah pesisir utara,maka kami menanam mangrove, Untuk luasan kawasan konservasi mangrove ini rencananya lebih dari 50 hektar,karena disini juga banyak tanah pribadi, tanah negara dan tanah pemkot. Untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat diantaranya kami membantu riset,karena dalam waktu dekat,akan ada kunjungan dari Dinas Kehutanan Provinsi,sehingga kami perlu survey dulu lokasinya,” papar Fauzan.

Sementara itu, Ketua Penataan Lingkungan Kandang Panjang Asri, Suwitno menambahkan, salah satu kegiatan KIM Kandang Panjang saat ini tengah fokus penataan lingkungan terutama penanaman dan pemeliharaan hutan mangrove yang dibantu oleh mahasiswa KKN UNNES Semarang.

“Dalam penggalakan program penataan lingkungan dengan penanaman mangrove, di tengah masyarakat ini Alhamdulillah sudah dirasakan dampak positifnya semenjak ada tanaman mangrove ini bisa menanggulangi tekanan air laut ke daratan. Program penanaman mangrove di kelurahan kami kurang lebih sudah 4 tahun ini sudah kami galakkan, namun terakhir ada penanaman 1000 pohon mangrove diantaranya sudah ada beberapa yang mati, yang hidup paling masih 20 persen,sehingga kami lakukan penanaman kembali,” imbuh Suwitno.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

Berbagi ke. . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *