Pemkot Upayakan Pemberian Bantuan Uang Caton untuk Santri Merata

Kota Pekalongan – Imbas akibat adanya pandemi Covid-19 di bidang pendidikan tidak hanya dirasakan oleh pelajar pendidikan formal. Sejumlah santri juga terpaksa pulang ke tempat tinggal masing-masing setelah merebaknya virus ini, tidak terkecuali para santri yang berasal dari Kota Pekalongan.

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Pekalongan menunjukan kepedulian terhadap santri melalui acara Pembagian Bantuan Dana Santri dalam rangka Covid-19 yang diberikan kepada 2.850 santri asal Kota Pekalongan di Ruang Amarta Setda 14-17 Juli 2020.

“Sejak 24 April-22 Juni kami buka pendaftaran di kelurahan untuk mendata santri Kota Pekalongan yang terdampak Covid-19, namun dari masyarakat tidak begitu respon. Dari 27 kelurahan 25 di antaranya telah mengirim data yang berjumlah 198 santri. Selanjutnya kami lakukan langkah kedua, melalui pertemuan dengan Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) terkumpul data sebanyak 2200 santri, setelah dijumlahkan total 2.850 santri,” terang Kepala Bagian Kesra, Slamet Mulyo SE MSi saat ditemui di kantornya, Selasa (21/7/2020).

Namun kegiatan pemberian bantuan ini belum usai, masih banyak santri yang belum mengetahui kategori penerima bantuan tersebut. Slamet menjelaskan, ada santri yang belum mendaftarkan diri ke kelurahan dikarenakan ketidaktahuan mereka, juga anggapan dari santri yang takut dikarantina apabila mereka mendaftarkan dirinya. Adapula santri yang mengira, pemberian bantuan hanya berlaku bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Slamet menegaskan, berdasarkan keputusan Walikota Pekalongan pemberian bantuan ini untuk seluruh santri yang berdomisili di Kota Pekalongan. Bantuan ini perorangan, misal dalam satu keluarga ada dua atau tiga orang santri, masing-masing mendapat bantuan. Hal ini membuat Bagian Kesra membuka kembali kesempatan untuk mengirimkan data susulan para santri terdampak Covid-19.

Advertisement

“Dari hasil (keputusan) Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz melalui medsos itu, banyak santri yang berbodong-bondong mendaftarkan diri. Minggu kemarin kami masih menerima data santri baru, ada 385 data yang masuk tetapi belum kami verifikasi, saat ini pendaftaran sudah tutup. Apabila masih ada satu dua yang mengusulkan akan kami terima karena itu hak santri,” ungkap Slamet.

Besaran uang yang diberikan kepada santri ialah Rp250.000 per orang. Hal ini berlaku bagi seluruh santri yang berasal dari Kota Pekalongan, baik yang saat ini tengah mondok di wilayah Pekalongan, di luar kota, maupun luar pulau. Hingga sekarang dari 2.850 santri yang terverifikasi, sebanyak 2470 telah menerima bantuan, sementara bagi santri yang melakukan pendataan susulan rencananya bantuan akan dibagikan pada Kamis (23/7/2020).

“Harapan kami seluruh santri Kota Pekalongan tidak ada yang tertinggal atau tidak mendapat bantuan uang caton. Kalau masih ada, sepanjang masih ada dana yang mencukupi, kami akan berikan. Kalau memang jumlahnya banyak kami harus mengusulkan dana lagi. Bagi masyarakat yang mengetahui ada santri belum terdaftar bisa mendaftarkan diri ke kelurahan atau ke Bagian Kesra secara langsung,” pungkas Slamet.

Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: