Pasca Banjir, DPUPR Tanggap Perbaiki Tanggul Kalibanger yang Jebol

Kota Pekalongan – Pasca terjadi banjir beberapa hari lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Pekalongan langsung tanggap memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol di beberapa wilayah.di Kota Pekalongan, salah satunya tanggul yang terletak di Sungai Kalibanger (depan SMP Negeri 10 Kota Pekalongan), Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (10/2/2020).

Kepala Seksi Pengendalian Banjir pada DPUPR Kota Pekalongan, Donny Agung Prihanto, Amd menyampaikan bahwa perbaikan tanggul dibantu alat excavator ini sebagai langkah antisipasi luapan air ke pemukiman warga setempat.

“Meskipun penanganan sungai besar termasuk di Sungai Kalibanger ini merupakan kewenangan provinsi, kami dari DPUPR berupaya tanggap dan bergerak cepat membantu melakukan perbaikan sekaligus pemeliharaan kelangsungan tanggul di sungai tersebut,” tutur Donny.

Menurut Donny, selain meluapnya air sungai karena derasnya intensitas hujan beberapa waktu lalu, keberadaan tanggul yang sudah cukup lama dibangun tahun 2010 ini juga menjadi factor jebolnya tanggul tersebut sehingga perlunya perbaikan.

“Penanganan ini menggunakan alokasi dana APBD untuk pemeliharaan tanggul. Pengerjaan tanggul yang lokasinya berada tepat pada tikungan sungai ini kami lakukan pengerjaannya secara lembur mudah-mudahan sehari bisa selesai, takutnya jika tidak segera diperbaiki air sungai akan meluap ke pemukiman warga seperti kejadian-kejadian tahun sebelumnya,” terang Donny.

Lurah Klego, Muhamad Farid,SIP,MM mengapresiasi langkah tanggap dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan tanggul yang jebol di wilayah kerjanya ini.

Advertisement

“Tanggul ini adalah pertemuan Sungai Kuripan dan Sokorejo, dan kebetulan tepat ditikungan, beberapa hari lalu sempat retak dan kemarin jebol. Kami melaporkan ke dinas terkait DPUPR untuk segera dilakukan perbaikan dan Alhamdulillah langsung bisa diperbaiki hari ini,” kata Farid.

Menurut Farid, jebolnya tanggul diakibatkan oleh limpahan air sungai dengan ketinggian sungai hampir melewati tanggul dan lepasnya dari pondasi tanggul sepanjang 17 meter.

“Sebelum hujan deras melanda kemarin, kami sempat melaporkan ke BPBD Kota Pekalongan, dari BPBD sudah dibuatkan tanggul darurat menggunakan karung berisikan pasir di lokasi tersebut untuk dipakai menutup tanggul,” terang Farid.

Ditambahkan Babinsa Kelurahan Klego, Markus Lado sebagai saksi mata yang melihat kejadian jebolnya tanggul tersebut memaparkan setelah kejadian jebolnya tanggul tersebut, pihaknya bersama lurah setempat langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi tanggul yang saat itu sudah retak.

“Setelah melakukan penanggulangan sementara dengan menanggul dari karung pasir, pada hari berikutnya terjadi banjir besar, beruntungnya setelah kami melakukan penanggulangan sementara, waktu itu tidak sampai terjadi luapan air yang begitu besar. Kami berharap tanggul yang sudah diperbaiki ini bisa kokoh dan tahan lama untuk mencegah luapan air sungai ini terutama pada saat musim penghujan seperti sekarang ini,” tandas Markus.

Sumber Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: