Nilai Ekspor Kota Pekalongan Tembus 22,926 juta USD

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) setempat mencatat capaian realisasi nilai ekspor Kota Pekalongan selama tahun 2019 tembus angka 22,926 juta USD atau sekitar lebih dari Rp313 miliar. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya di tahun 2018 yang hanya sebesar 19,6 juta USD. Demikian disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Sri Haryati, SSos, MM, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Haryati mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah ekspor ini juga diikuti dengan kenaikan volume ekspor sebesar Rp8,92 juta kilogram yang dihasilkan dari 21 pelaku usaha ekspor (eksportir) Kota Pekalongan dibawah naungan Dindagkop-UKM setempat.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun realisasi nilai ekspor Kota Pekalongan terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena memang ada penambahan dari pelaku ekspor maupun jumlah volume ekspor. Nilai ekspor Kota Pekalongan tahun 2019 mencapai 22,926 juta USD dibandingkan tahun 2018 silam di angka 19,6 juta USD yang diperoleh dari 21 pelaku eksportir Kota Pekalongan,” terang Haryati.

Dari 21 pelaku usaha yang melakukan ekspor itu, lanjut Haryati, tentu sudah memenuhi syarat melakukan ekspor seperti harus berizin dan harus terdapat showroomnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Dijelaskan Haryati, adapun komoditi unggulan Kota Pekalongan yang berhasil diekspor diantaranya sarang burung walet, sarung batik, kain batik, olahan hasil perikanan, ikan asin, surimi, berbagai kerajinan craft serta teh yang menjadi komoditi baru dari Kota Pekalongan yang berhasil masuk ekspor di tahun 2019.

“Sarang burung walet, sarung batik, benang, sementara komoditi teh juga merupakan komoditi baru yang mulai tembus ekspor pada tahun 2019. Produk unggulan Kota Pekalongan tersebut menjadi langganan ekspor ke berbagai negara di dunia antara lain Malaysia, Korea, Amerika, Jepang, Spanyol, Thailand, Singapura, Sri Lanka, Jeddah, Australia, Taiwan, China, Dubai, Hongkong dan berbagai negara lainnya.

Produk-produk tersebut diproduksi oleh perusahaan besar sampai pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pun turut terlibat dalam ekspor ini,” papar Haryati.

Menurut Haryati, melanjutkan, Dindagkop-UKM akan terus berusaha meningkatkan nilai ekspor Kota Pekalongan setiap tahunnya dengan memberlakukan hasil pelaporan ekspor yang diminta sejak awal tahun ke perusahaan. Selain itu, rutin menggelar berbagai pelatihan ekspor kepada IKM baru, dengan bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan RI untuk memacu mereka dapat melakukan kegiatan ekspor mandiri.

“Kami berusaha meminta laporan ke perusahaan-perusahaan setiap bulannya, mereka ada yang melalui pihak ketiga sehingga tidak tercatat di SKA Provinsi, kami juga minta ke Provinsi, kami kroscek dan sana nanti kirim ke kami, Alhamdulillah dari tahun ke tahun semakin banyak perusahaan yang telah kooperatif melaporkan hasil ekspornya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami juga bekerjasama dengan BBPPEI Kementerian Perdagangan RI untuk memberikan pelatihan kepada calon eksportir sehingga mereka paham bagaimana proses ekspor, menghitung hasil ekspor, mencari calon buyers dan sebagainya sehingga nilai ekspor Kota Pekalongan akan terus meningkat,” tutup Haryati.

Sumber Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: