Gandeng PT SMF, Fasilitasi 16 WTP Penuntasan Kawasan Kumuh

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan telah menetapkan kawasan Krapyak sebagai kawasan prioritas yang akan dituntaskan penanganan kawasan kumuh. Rencana ini sudah dimulai sejak tahun 2017 yang didasarkan pada SK Walikota tentang Penetapan Kawasan Kumuh yang diterbitkan tahun 2016.

Oleh karena itu, untuk mempercepat penanganan tersebut, Pemkot Pekalongan menggandeng CSR PT Sarana Multigriya Financial yang akan membantu secara konferensif kepada 16 Warga Terdampak Program (WTP). Hal ini terungkap dalam Rakor Rencana Penanganan RTLH Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara Segmen Lodji,bertempat di Ruang Kalijaga Setda setempat, Kamis (30/7/2020).

“Dasar pertimbangan kawasan Krapyak ini dijadikan prioritas karena di wilayah tersebut disamping kondisinya kumuh, kawasan ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan baik potensi perikanan, budaya, batik, dengan didukung potensi wisata kuliner khas daerah setempat. Sehingga, Kawasan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan diprioritaskan menjadi kawasan percontohan penanganan kumuh sekaligus dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis kearifan lokal,” tutur Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz,SE saat membuka kegiatan rakor tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan,Sri Ruminingsih,SE menambahkan terkait dengan penangananya, masyarakat yang terkena dampak program ini akan di relokasi, dimana PT SMF yang merupakan BUMN dibawah Kementerian Keuangan RI ini juga turut mendukung penataan kawasan Krapyak dengan memberikan hibah hunian rumah yang layak huni bagi 16 WTP rumahnya terkena lebih dari 80 persen dan sudah tidak layak huni.

Advertisement

“Mereka akan direlokasi dan Pemkot juga sudah memberikan ganti sesuai appraisal. Namun, untuk merelokasi ke tempat baru membutuhkan biaya banyak lagi. Alhamdulillah dari PT SMF ikut mendukung berpartisipasi, mudah-mudahan WTP akan terelokasi di tempat yang baik dengan hunian yang baik sehingga masyarakat akan lebih sejahtera dengan ditatanya Kawasan Krapyak ini,” terang Sekda Ning.

Direktur PT Sarana Multigriya Financial, Trisnadi Yulrisman mengatakan PT SMF bekerjasama dengan KOTAKU membantu Pemkot Pekalongan untuk memfasilitasi hunian kluster yang layak bagi WTP yang lokasinya tidak jauh dari tempat huniannya yang lama.

“Kami memang secara nasional mendapatkan tugas selaku Persero dibawah Kementerian Keuangan RI untuk program pengembangan pemukiman di daerah kumuh sejak 2018. Dalam kerjasama ini, kami memberikan bantuan disisi perumahannya kepada WTP yang sifatnya hibah agar WTP ini bisa memiliki hunian yang layak, nyaman,bersih, bebas kumuh, terlebih mereka ini sudah bertahun-tahun mengalami dampak rob yang luar biasa karena tempat tinggal mereka di bantaran sungai terkena imbas luapan dari tingginya air laut yang mengalir melalui sungai,” jelas Trisno.

Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: