Diseminasi Penelitian, Kebermanfaatan untuk Masyarakat Ditekankan

Kota Pekalongan – Berbagai riset tentang Kota Pekalongan diharapkan dapat diimplikasikan sehingga kebermanfaatannya terasa di masyarakat. Hasil penelitian tak boleh hanya menjadi file tanpa tindak lanjut. Menindaklanjuti hal tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan diseminasikan empat hasil penelitian terkait lingkungan dan pariwisata di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Kamis (30/1/2020).

Diseminasi hasil penelitian dimaksudkan untuk menyebarluaskan hasil penelitian di Kota Pekalongan seperti yang telah difasilitasi oleh Bappeda. Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Ir Anita Heru Kusumorini MSc. “Pemerintah Kota Pekalongan memiliki dua doktor baru yang perlu kita ketahui risetnya supaya penelitian yang telah dilakukan ini berkelanjutan, apakah nantinya masuk dalam penyusunan kebijakan Kota Pekalongan atau ditindaklanjuti OPD terkait, masyarakat, kelembagaan, atau perorangan,” ungkap Anita.

Disampaikan Anita bahwa Bappeda menjalankan urusan kelitbangan, memfasilitasi riset unggulan daerah dan riset bersama setiap tahunnya berdasarkan tema kebutuhan Kota Pekalongan seperti yang telah dilakukan sebelumnya terkait Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

“Bappeda memiliki website jarlitbangnov.pekalongankota.go.id yang didalamnya berisi jurnal hasil penelitian yang terbit setiap tahun dua kali dan sudah ada International Standard Serial Number (ISSN). Pada kesempatan ini ada dua tema besar yang kaitannya dengan lingkungan dan pariwisata (pemasaran dan produk unggulannya). Muda-mudahan acara diseminasi ini bisa bermanfaat dan ditindaklanjuti sebagai program dan dimanfaatkan masyarakat,” harap Anita.

Advertisement

Sementara itu, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE hadir memberikan arahan. Menurut Walikota Saelany, hasil penelitian tentang Kota Pekalongan tak hanya menjadi file-file yang menumpuk. “Saya harapkan itu betul-betul bermanfaat. Penelitian dan survei dampaknya kecil, karena kurang disosialisasikan dan didengungkan. Maka ini harus diseriusi, bukan sekadar menjadi file atau tumpukan ilmu tetapi bisa diterapkan dan dimanfaatkan masyarakat,” pungkas Saelany.

Penelitian yang dipaparkan yakni (1) Analisis Dampak Cemaran Limbah Timbal (Pb) terhadap Air Sumur serta Pengaruhnya terhadap Kadar Timbal dan Kadar Hemoglobin pada darah Penduduk di Sentra Industri Batik Jenggot Kota Pekalongan oleh Dr Slamet Budiyanto SKM MKes, (2) Sistem Rekomendasi Destinasi Pariwisata Berbasis Konteks Sosio-Pengguna oleh Dr Kusuma Adi Achmad SE MT, (3) Penggunaan Kembali Limbah Cair Batik Menjadi Air Bersih Menggunakan Teknologi Membran oleh Kiswanto MSi, dan (4) Kampung Batik Digital Berbasis Virtual Tour sebagai Wadah Promosi Batik Kota Pekalongan di Era Industri 4.0 oleh Eko Budi Susanto MKom.

Sumber Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: