Ciptakan Pembelajaran Menarik, Dindik Kembangkan Inovasi PJJ Berbasis IT

Kota Pekalongan – Tantangan terbesar di dunia pendidikan yang harus segera diatasi di tengah pandemi Covid-19 adalah menciptakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menarik, minim biaya, dan mudah digunakan. Tak hanya itu, yang juga penting adalah materi pembelajaran yang diberikan guru tetap bisa tersampaikan dengan baik kepada siswa. Hal ini lah yang membuat Dinas Pendidikan Kota Pekalongan tak henti-hentinya berinovasi mengembangkan pembelajaran yang efektif dengan melatih para guru di tingkat TK, SD, dan SMA sederajat membuat konten pembelajaran virtual berbasis IT.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Drs Soeroso,MPd menjelaskan ditengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah ini, PJJ dengan memanfaatkan IT tidak hanya menjadi pilihan pertama melainkan menjadi suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Sebab, dunia pendidikan saat ini mengharuskan tidak adanya pertemuan tatap muka (face to face) guna menekan angka penularan dan penyebaran Covid-19.

“Ada 180 perwakilan guru dari tingkat TK,SD, dan SMA sederajat di Kota Pekalongan yang kami latih untuk mengupdate kemampuan mereka dalam mengelola dan memberikan PJJ kepada siswa dengan membuat konten pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak didiknya. Pelatihannya kami laksanakan selama 6 hari ke depan dengan dibagi per sesi dan materi,” tutur Soeroso usai membuka kegiatan Bimtek PJJ dan materi pembelajaran daring untuk Guru TK,SD,dan SMP, bertempat di SMP Negeri 14 Kota Pekalongan, Senin (28/9/2020).

Menurut Soeroso, berbagai inovasi terus dilakukan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan dalam memberikan kemudahan akses belajar bagi siswa-siswi agar tetap dapat menerima pembelajaran daring dengan baik dan efektif. Sebelumnya, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Pekalongan telah melaksanakan PJJ live melalui LPPL Batik TV dan Radio Kota Batik.

Advertisement

“Sebelumnya kami sudah menerapkan PJJ live RKB dan tv lokal Batik TV, saat ini kami terus update mengembangkan bagaimana membuat pembelajaran berbasis teknologi baik melalui aplikasi zoom, video conference, EasySketchPro, aplikasi Learning Management System (LMS), penggunaan picture editing dan bahan ajar berbasis video. Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban orang tua dalam mendampingi anaknya belajar nantinya dan guru juga mempunyai solusi alternatif yang mudah dalam memberikan pembelajaran kepada anak didiknya,” papar Soeroso.

Kepala SMP Negeri 14 Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah menjelaskan pelaksanaan pelatihan guru ini digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah seperti wajib bermasker, mencuci tangan dengan air sabun, menjaga jarak, dan dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan.

Pihaknya juga menyambut positif adanya upaya Dindik dalam memfasilitasi pelatihan para guru untuk memberikan kemudahan bagi siswa menerima pembelajaran di tengah masa pandemi seperti saat ini.

“Kami sangat menyambut baik dan senang sekali antusias para guru juga luar biasa untuk terus belajar dalam mengatasi kendala pembelajaran dari rumah yang mungkin sebagian anak didik sudah merasa bosan dengan metode seperti itu itu saja, sehingga ini sangat bagus sekali pelatihan ini para guru bisa semakin kreatif dan inovatif membuat materi pembelajaran yang menarik bagi siswa-siswinya,” tandas Siti.

Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: