Pekalonganinfo.com, Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Pemadaman Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan menggelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jumat (22/10/2021). Ini dilakukan karena kejadian kebakaran di Jenggot banyak terjadi di pranggok batik atau home industri.

Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE hadir memberikan pengarahan. Menurutnya ini perlu dilakukan karena kasus kebakaran di Kota Pekalongan tinggi, tahun 2020 ada 44 kejadian sedangkan per Oktober 2021 terhitung sejak awal tahun sudah ada 30 kejadian. “Di wilayah Pekalongan Selatan ini yang banyak kejadian kebakaran yang terjadi terjadi di pranggok batik atau home industri. Ini berarti home industri memiliki resiko tinggi terjadinya kebakaran,” terang Walikota Aaf.

Disebutkan Aaf, faktor penyebab terjadinya kebakaran bermacam-macam, yang paling banyak karena faktor kelalaian. Faktor lain seperti puntung rokok, aliran listrik, gas, dan sebagainya. “Kejadian kebakaran terakhir di lingkungan ini terjadi di pranggok, harapannya melalui sosialisasi penanganan pertama yang harus dilakukan ketika ada kejadian kebakaran sembari menunggu mobil pemadam kebakaran datang,” jelas Aaf.


Sementara itu, Kasatpol PP Kota Pekalongan, Dr Sri Budi Santoso MSi memaparkan bahwa sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri setiap kecamatan harusnya ada satu pos dan satu mobil damkar. Namun di Kota Pekalongan ini perlu dua pos yakni satu di Utara dan satu di Selatan rel kereta api.

“Rencana kami ingin ada pos lagi di Kertoharjo karena selama ini adanya kereta api yang melintas menimbulkan keterlambatan mobil pemadam kebakaran untuk ke wilayah Selatan. Idealnya damkar itu sampai sebelum 15 menit jika di atas itu kemungkinan api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” beber SBS, sapaan akrabnya.

Lanjut SBS mengutarakan bahwa pihaknya akan mengusulkan ke pemkot untuk meningkatkan pelayanan damkar. Kendati demikian adanya sosialisasi ini juga agar masyarakat yang nantinya berada di tempat kejadian dapat langsung sigap dan tepat menangani kebakaran. “Karena di sini banyak home industri tentunya yang di lokasi adalah pengelola atau pemilik, 15 menit pertama mereka harus paham apa yang dilakukan,” pungkas SBS.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

Berbagi ke. . .
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *