Berpotensi Dikembangkan, Kemenparekraf Rancang Pola Perjalanan Wisata Batik Pekalongan

Kota Pekalongan – Batik sebagai warisan budaya bisa menjadi daya tarik pariwisata yang berkelanjutan asalkan dikembangkan dengan baik. Munculnya beberapa kampung batik dan sentra industri batik di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Kota Pekalongan bisa menjadi magnet untuk menarik wisatawan. Potensi wisata batik yang ada di Kota Pekalongan membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) merancang pola perjalanan wisata batik di Kota Pekalongan. Hal ini dibahas dalam Focus Group Discussion Pola Perjalanan Wisata Batik bersama Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan yang digelar di Hotel Santika Kota Pekalongan, Rabu (30/9/2020).

Selain dihadiri oleh jajaran Direktorat Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf RI, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan,Sutarno,SH,MM, FGD ini juga turut dihadiri oleh para akademisi, asosiasi/ pelaku industri batik, praktisi batik dan seluruh stakeholder terkait.

Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Alexander Reyaan, menyampaikan bahwa Kemenparekraf saat ini tengah menggarap beberapa pola perjalanan yang bertujuan untuk memunculkan beberapa daya tarik wisata yang baru namun berfokus pada tematiknya, salah satunya memasukan wisata batik Kota Pekalongan ke dalam pola perjalanan wisata batik bersama 3 daerah penghasil batik lainnya yakni Yogjakarta, Solo, dan Rembang.

“Pola perjalanan wisata batik ini mengangkat beberapa destinasi potensi daerah penghasil batik menjadi satu. Ada 4 lokasi daerah yang kami pilih yakni Kota Pekalongan, Yogyakartam Solo dan Rembang,” tutur Alex.

Menurut Alex, 4 destinasi wisata batik di daerah-daerah tersebut dianggap mampu dikembangkan untuk level nasional bahkan mancanega dan mempunyai spesifikasi khusus. Saat ini tim dari Kemenparekraf sedang mengidentifikasi masing-masing spesifikasi batik yang berbeda-beda dari 4 daerah tersebut menjadi satu kesatuan

“Namun tidak hanya sekedar daya tarik batik saja, melainkan kami akan memunculkan sejarah (history) dari batik tersebut, nilai-nilai yang terkandung dari batik itu dan home industri batik tentang cara pembuatan batik dari tradisional hingga modern. Target kami ingin membuat pola paket perjalanan wisata batik dari beberapa daerah ini terlebih saat ini berkembangnya infrastruktur terutama adanya jalan tol mempermudah akses perjalanan semakin singkat. Kami orientasinya masih menyasar ke wisatawan domestik namun ke depan akan diupayakan merambah hingga wisatawan mancanegara untuk terus dikembangkan,” papar Alex.

Sementara itu, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno,SH,MM menyambut positif atas langkah Kemenparekraf RI yang mendukung perkembangan batik di Kota Pekalongan melalui pertemuan FGD ini. Pihaknya menjelaskan batik sendiri di Kota Pekalongan sudah menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat dari sejak zaman dulu. Bahkan, Pemerintah Kota Pekalongan juga terus melakukan upaya-upaya untuk mendukung eksistensi batik asli Pekalongan ini agar tetap ada.

“Masyarakat Kota Pekalongan memang hidup dari batik. Hampir seluruh masyarakatnya hidup dari usaha ini. Sehingga kota ini juga mendapat julukan sebagai Kota Batik Yang Mendunia atau sesuai branding kota (city branding) yang dilaunching pada Hari Jadi Kota Pekalongan 1 April 2011 silam. Kota Pekalongan dengan segala potensi wisata industri batik yang masih dipertahankan dan banyaknya bermunculan kampung dan industri batik seperti Kampung Batik Pesindon, Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Jenggot, Kampung Canting Batik Landungsari, bahkan ada sentra penjualan batik yang tersohor Grosir Setono membuat potensi batik Pekalongan ini mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya untuk pengembangan destinasi wisatanya,” tandas Sutarno.

Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: