Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Dinparbudpora) setempat usai satu tahun vakum akhirnya kembali menggelar ajang pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan Tahun 2021. Usai melalui proses seleksi yang ketat dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tengah masa pandemi Covid-19, sebanyak 10 pasang finalis nantinya akan bersaing ketat untuk menjadi Duta Wisata (Duwis) dalam lomba pemilihan Duta Wisata Kota Pekalongan yang akan berlaga dalam grand final pada 23 Oktober 2021 mendatang.

Kini, 10 pasang wanita cantik dan laki-laki tampan dan bertalenta tersebut tengah mengikuti masa karantina selama 3 hari,mulai 19-21 Oktober 2021. Para finalis Duta Wisata Kota Pekalongan melakukan audiensi dengan Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE yang masuk dalam agenda hari pertama karantina untuk saling berkenalan dengan para finalis dan meminta arahan terkait pelaksanaan Duta Wisata dan peran mereka ke depan untuk pembangunan Kota Pekalongan tercinta ini,bertempat di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan,Selasa(19/20/2021).

Pada kesempatan tersebut,Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya 10 pasang finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan Tahun 2021. Aaf menekankan bahwa, sebagai duta wisata, para finalis ini telah menjadi sorotan publik yang diharapkan bisa selalu menjaga sikap, perilaku, dan menjadi teladan yang baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat dan turut mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Pekalongan serta bisa membawa naik baik Kota Pekalongan.

“Mereka harus menjaga sikap, menjadi contoh yang baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Jangan pernah melakukan hal-hal yang tidak terpuji (seenaknya sendiri). Kami juga mengajak mereka untuk bersama-sama mengedukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba,mencegah pernikahan dini, untuk tetap menjaga prokes secara ketat, menyukseskan program vaksinasi, dan terlibat aktif dalam membantu program-program Pemerintah Kota Pekalongan,” tutur Aaf.

Menurutnya, usai ditetapkan sebagai para finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan Tahun 2021, tanggungjawab yang diemban mereka tidaklah ringan. Menjadi seorang duta wisata, tidak hanya bermodalkan muka yang tampan dan cantik saja, melainkan juga harus diimbangi dengan kecerdasan intelektual dan inner beauty serta kepribadian yang baik.

“Kami meminta selama karantina 3 hari ke depan, mohon para finalis ini bisa mengikuti aturan dan tetap menjaga prokes secara ketat. Persiapkan semuanya dengan baik dan harus percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan lupa berdoa dan meminta restu kedua orangtua agar diperlancarkan dalam acara Grandfinal Mas dan Mbak Duta Wisata Tahun 2021 pada tanggal 23 Oktober 2021. Kami menjamin semua tahap penjurian dilakukan secara fair berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan,”tegas Aaf.

Pembina Asosiasi Duta Wisata Kota Pekalongan (Adwika) Kota Pekalongan,Hj Inggit Soraya,SSn menyampaikan 10 besar pasang finalis ini sudah menjadi yang terbaik dan akan dipilih yang terbaik dari yang terbaik kembali pada Malam Grandfinal Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan pada 23 Oktober 2021.

Inggit berharap, disamping para finalis ini bisa menjaga penampilan dan perilaku, mereka juga diminta memiliki wawasan yang sangat luas mengenai potensi-potensi wisata, produk unggulan, dan sebagainya yang harus dikuasai.

“Tidak hanya fokus pada penampilan dan perilaku, para finalis juga diharapkan memiliki wawasan yang sangat luas mengenai potensi lokal yang ada di Kota Pekalongan. Sebagai duta wisata yang turut mempromosikan wisata daerah ini juga harus menguasai tempat-tempat wisata yang bisa mendatangkan para wisatawan berkunjung ke Kota Pekalongan, dan pengetahuan mengenai produk-produk unggulan daerah juga harus dimiliki mulai dari kuliner khas, budaya, batik,dan sebagainya,” imbuh Inggit.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno,SH,MM menyebutkan, masa karantina para finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan berlangsung selama 3 hari di Museum Batik Pekalongan dan tempat-tempat wisata lokal, dibarengi dengan uji bakat di tanggal 19 Oktober 2021 dan malam Grandfinal akan digelar pada tanggal 23 Oktober 2021 di Hotel Nirwana Pekalongan dengan pembatasan undangan dan prokes secara ketat.

Diterangkan Sutarno, adapun kriteria penilaian dalam ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan diantaranya kecerdasan intelektual, public speaking, penampilan, pengetahuan mengenai budaya daerah, hingga kemampuan bahasa daerah dan bahasa asing yang dikuasai.

“Untuk geliat wisata di Kota Pekalongan dimana beberapa tempat wisata memang sudah kami buka kembali dan sudah mulai ada kunjungan-kunjungan dari masyarakat luar. Dengan adanya Mas dan Mbak Duta Wisata ini kami harapkan bisa ikut mempromosikan Kota Pekalongan ke masyarakat luas,terlebih diantara mereka ini merupakan kaum-kaum milenial yang melek IT. Kami ajak mereka mempromosikan Kota Pekalongan,sehingga nanti banyak wisatawan datang kesini yang tentunya akan membawa kesejahteraan masyarakat setempat,” pungkas Sutarno.


(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

Berbagi ke. . .
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *