Bazar Murah di Sepanjang Jalan Belimbing, Simak Keseruannya Yuk!

Kalau Desember lalu kita sedang hangat – hangatnya bernuansa natal dalam satu bulan berikutnya kita sudah di pertemukan dengan hari raya imlek, ya hari raya imlek memang hari rayanya orang – orang keturunan etnis Tionghoa, apalagi di Indonesia, sangat kental dengan toleransinya yang tinggi tentang agama. Ngomong – ngomong tentang hari raya imlek nih, di Pekalongan sendiri imlek menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan turis lokal maupun internasional.

Nah baru saja kemarin diadakan PEKAWIS (Pekalongan Wisata) pada tanggal 30 Januari – 1 Februari 2020, yang di adakan di sepanjang jalan belimbing dekat dengan klenteng Po An Thian atau jika kalian kurang paham tepatnya dekat dengan Gereja Katholik St. Petrus Pekalongan.

Keseruan Pekawis 2020 Toleransi Beragama yang Menyenangkan

Pekawis ini berisi bazar – bazar barang murah seperti tas, sepatu, pernak – pernik imlek dan seperangkat alat sembahyang berisi patung dewa dan dewi. Selain itu juga berisi jajanan khas tradisional yang di kemas modern sampai dengan jajanan anak – anak milenial jaman sekarang, harga yang di patok pada makanan – makanan tersebut juga tidak terlalu mahal kurang lebih sekitar 20.000 – 30.000 per sajian.

Advertisement

Selain bazar dan kuliner – kulinernya, Pekawis juga menyediakan tiga panggung di sepanjang jalan belimbing. Panggung untuk menyanyi dan berpidato dan menyanyi random, panggung lomba karaoke menyanyi berbahasa mandarin juga menari tarian tradisional, adapun panggung yang terakhir mendekati ujung jalan belimbing berisi bakat – bakat dan talenta yang di perlihatkan oleh sekumpulan remaja dari SMA Bernadus Pekalongan, selain menunjukkan kemampuan mereka masing – masing, mereka bersenda gurau dengan mempromosikan sekolah mereka kepada pengunjung yang menonton mereka saat bernyanyi, bermain alat musik atau berkaraoke ria ala anak – anak Bernadus.

Pada hari ketiga yaitu 1 Februari 2020 Pekawis kian padat karena mengetahui hari terakhir bagi Pekawis, dan pada hari terakhir di tutup dengan atraksi barongsay serta pengikutnya yang menabuh tabuhan music untuk mengiringi tarian barongsay tersebut.

Berikut beberapa foto untuk menggambarkan situasi hari terakhir Pekawis :

Lomba Tari Mandarin
Lomba menyanyi karaoke Mandarin
Anak – anak remaja Bernadus yang unjuk kebolehan
Para Pengunjung yang padat merayap disepanjang jalan

Nah bagaimana, sangat seru dan menyenangkan bukan? Ini bisa jadi destinasi wisatamu ketika sedang berlibur di hari raya imlek, tak usah jauh – jauh ke negeri China jika ingin suasana yang seperti ini, disini Pekalongan punya!

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: