Kisah Mengharukan si Penjual Sari Roti, Pekalongan Punya Cerita!

Sebulan lalu warga Pekalongan di hebohkan dengan penjual sari roti keliling yang membawa anaknya untuk berjualan, ada kisah sedih dibalik si penjual sari roti ini. sebelum masuk ke inti cerita, si penjual sari roti ini dikenal dengan nama bapak Tarmuji yang berusia 60 tahun, sedangkan anak yang selalu ia bawa, anak bungsu dari 4 bersaudara bernama Fitri berusia 6 tahun.

Bapak tarmuji tinggal di desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Bapak 60 tahun ini menjajakan sari roti menggunakan sepeda motor dengan sambil menggendong anaknya. Tak kala Fitri selalu ikut bersama ayahnya panas, hujan Fitri selalu ikut berjualan keliling di gendongan ayahnya.

Alasan bapak Tarmuji membawa Fitri untuk ikut berjualan dengannya karena tak tega Fitri di tinggal di rumah sendiri sedangkan, kakak – kakak Fitri bersekolah dari pagi sampai siang hari, kondisi Fitri yang sakit – sakitan dan tak bisa berjalan juga menjadi pertimbangan utuh bapak Tarmuji untuk membawanya karena istri bapak Tarmuji meninggal di tahun 2019 jadi tak ada satupun yang bisa mengurus dan merawat Fitri selain pak Tarmuji sendiri. Rumah yang mungkin tak layak pakai juga membuat miris siapa saja yang melihat. Ini dia penampakan rumah pak Tarmuji:

Kisahnya yang memilukan dan viral berhasil menyita perhatian warga setempat dan warga kota Pekalongan sendiri, banyak youtuber dan warta berita lokal slih berganti ke rumahnya untuk mewawancarai bapak Tarmuji, mereka seringkali memberi bantuan untuk kelangsungan hidup Pak Tarmuji, sampai pada akhirnya bapak Tarmuji di panggil ke acara Hitam Putih acara yang begitu inspiratif membahas betul sosok ayah yang berjuang untuk bertahan hidup di jaman yang serba modern seperti ini.

Bapak Tarmuji senang dengan beliau menjadi narasumber itu berarti beliau menjadi inspirasi bagi setiap kaum muda untuk jangan menyerah dan terus berjuang pada kenyataan yang semakin lama semakin sulit untuk di capai, proses tak akan menghianati hasil, semoga Pak Tarmuji selalu di beri kesehatan dan ketabahan untuk melanjutkan hidupnya agar lebih baik lagi ya, kawan. Itulah kisah si penjual sari roti yang sedang viral di Pekalongan tersebut.

Berbagi ke. . .
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *