Sebuah insiden dugaan salah pembayaran terjadi di salah satu bengkel yang berlokasi strategis di kawasan pertigaan Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Kejadian ini melibatkan seorang ibu dan anaknya yang datang untuk melakukan servis pada dua unit sepeda motor Honda Beat, satu berwarna hitam dan satu lagi putih, namun salah satu motor diduga belum terbayarkan.
Menurut keterangan dari pihak bengkel, mulanya ibu dan anak tersebut membawa kedua motor mereka untuk diservis. Selama proses servis, anak sempat menyampaikan bahwa motor Beat hitam akan diambil pada sore hari, sementara Beat putih mungkin akan diambil lebih dulu. Setelah seluruh pekerjaan servis selesai, mekanik segera melaporkan penyelesaian kepada kasir untuk penyerahan kunci.
Kunci motor Beat putih diserahkan lebih awal kepada sang ibu. Namun, kunci motor Beat hitam sengaja ditahan oleh kasir karena motor tersebut memang belum akan diambil. Pada momen pembayaran di kasir, ibu tersebut justru menanyakan total biaya untuk motor Beat hitam dan langsung melunasinya, dengan alasan anaknya nanti akan mengambil motor tersebut. Di saat yang sama, motor Beat putih sudah lebih dulu dibawa pergi oleh sang ibu, tanpa disadari oleh kasir bahwa tagihannya belum dibayar.
Baru setelah motor Beat hitam diambil oleh anaknya di sore hari, kasir sempat mengira semua pembayaran sudah beres. Namun, tak lama kemudian, pihak bengkel menyadari bahwa motor Beat putih yang sudah dibawa pulang oleh sang ibu diduga belum dilunasi tagihannya, dengan perkiraan nilai sekitar Rp380.000. Pemilik bengkel kini berharap, bagi siapa pun yang mengenal ibu tersebut, dapat menyampaikan pesan untuk segera melunasi sisa tagihan yang belum dibayarkan agar tidak menjadi masalah berkelanjutan.


