Pekalongan, Rabu (10/3/2026) — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Masjid Al Fairus Kota Pekalongan mulai mempersiapkan diri untuk menjadi tempat singgah bagi para pemudik yang melintas di wilayah tersebut. Kesiapan fasilitas masjid ditinjau langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, dalam kunjungan yang dilakukan Rabu malam.
Dalam peninjauan tersebut, Saiful Mujab melihat sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk mendukung konsep “Masjid Ramah Pemudik”. Program ini mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat, terutama bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh saat musim Lebaran. Menurutnya, keberadaan masjid di jalur mudik memiliki peran strategis sebagai tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik.
Saiful Mujab menambahkan, beberapa fasilitas yang idealnya tersedia dalam konsep masjid ramah pemudik antara lain posko layanan, fasilitas kesehatan sederhana, ruang atau area istirahat, kamar mandi yang bersih, area parkir yang memadai, serta fasilitas pengisian daya bagi perangkat elektronik. Ia juga mengapresiasi upaya pengelola Masjid Al Fairus yang telah menyiapkan berbagai sarana, termasuk keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), yang masih jarang tersedia di lingkungan masjid.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan Abdul Wahab, Katim Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Binsyar Ismail Khudhori, serta pemilik Yayasan dan biro tour Al Fairus, Ustaz Moch. Machrus Abdullah. Ustaz Machrus Abdullah menyampaikan komitmennya untuk terus melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan, agar Masjid Al Fairus dapat memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang melintas di Kota Pekalongan selama musim mudik Lebaran.


