BSI Kembangkan Bullion Bank Digital, Kelola 22,5 Ton Emas Nasional

BSI mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas sejak meluncurkan layanan bullion bank. Dengan transformasi digital, emas kelolaan BSI kini mencapai 22,5 ton, menarik minat investor muda.

Admin

👁️ 147 kali dilihat

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan pada bisnis emas sejak meluncurkan layanan bullion bank pada 26 Februari 2025. Inisiatif strategis pemerintah ini, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto setelah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bertujuan untuk memperkuat pengelolaan emas nasional. Hingga kini, total emas kelolaan BSI secara nasional telah mencapai 22,5 ton, menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan emas di Indonesia.

Minat masyarakat terhadap investasi emas logam mulia terus meningkat, didukung oleh literasi investasi yang lebih baik dan edukasi mengenai bullion bank. Area Manager BSI Pekalongan, Hasan Syarif, menjelaskan bahwa kemudahan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI turut menjadi pendorong utama pertumbuhan ini. Melalui platform digital tersebut, nasabah dapat membeli emas mulai dari sekitar Rp50 ribu secara aman dan real-time, serta melakukan berbagai transaksi seperti pembelian hingga transfer gramasi emas secara digital. Fenomena menariknya, investor emas BSI di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, dengan total emas kelolaan 1,83 ton, didominasi oleh kalangan anak muda dan generasi milenial yang semakin sadar akan pentingnya investasi emas yang stabil dan sesuai prinsip syariah.

BSI secara berkelanjutan mengembangkan berbagai produk dan layanan emas yang terintegrasi, mencakup BSI Emas, cicil emas, hingga gadai emas. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk membangun ekosistem emas nasional yang kokoh dan berkelanjutan. Hasan Syarif menegaskan bahwa emas dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dan berfungsi sebagai nilai lindung terhadap inflasi. Oleh karena itu, BSI terus memperkuat infrastruktur digital dan memperluas akses layanan, demi memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas.

Dalam kesempatan Ngopi Media bersama BSI, Hasan Syarif juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BSI. Nasabah diimbau agar senantiasa memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi Bank Syariah Indonesia, seperti situs resmi, layanan BSI Call 14040, WhatsApp resmi, serta akun media sosial resmi BSI.

Tags

Related Post

×