Aset Bupati Pekalongan Disegel KPK: Salon Tutup, Restoran Sepi

Pasca-OTT KPK terhadap Bupati Pekalongan, sejumlah aset milik kepala daerah tersebut menunjukkan perubahan drastis, dengan salon disegel dan restoran sepi pengunjung.

Admin

👁️ 13 kali dilihat

PEKALONGAN – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026) pagi di sebuah hotel kawasan Simpang Lima, Semarang, telah membawa dampak signifikan. Sejumlah aset pribadi milik sang kepala daerah kini menunjukkan perubahan drastis. Setelah penyegelan ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan untuk mengamankan barang bukti, tim penyidik KPK juga menyasar aset bisnis pribadi Fadia.

Salah satu aset yang menjadi sorotan adalah “Bigboss Salon” yang berlokasi di Jalan Nyamok, Kecamatan Kajen. Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu (4/3/2026) siang, stiker bertuliskan “Masih dalam Pengawasan KPK” terpasang jelas pada bangunan tersebut, yang kini tertutup rapat tanpa aktivitas. Menurut penuturan warga sekitar, para karyawan salon sudah tidak terlihat sejak tiga hari terakhir, meskipun waktu pasti pemasangan segel oleh petugas tidak diketahui secara pasti oleh warga.

Kondisi serupa, namun dengan pendekatan yang berbeda, terlihat pada aset lainnya, yaitu “The Bigboss Resto” di dekat Pasar Kajen. Meskipun restoran ini tidak menunjukkan adanya segel resmi dari KPK, suasananya tampak sangat lengang sejak kasus penangkapan bupati mencuat ke publik. Restoran yang dikenal dengan tampilan fisik menonjol dan trotoar berkeramik rapi di bagian depannya kini sepi pengunjung, hanya dilewati oleh beberapa kendaraan tanpa ada yang berhenti.

Seorang penjaga konter telepon seluler di samping restoran membenarkan bahwa tempat tersebut sangat sepi belakangan ini. Ia menuturkan bahwa “The Bigboss Resto” biasanya hanya ramai jika ada agenda rapat atau pertemuan tertentu, mengingat keterbatasan lahan parkir untuk pembeli umum. Meski demikian, restoran ini dikabarkan tetap beroperasi secara terbatas. Selama bulan Ramadan, operasional restoran baru dimulai pada sore hari menjelang waktu berbuka, sementara di luar bulan suci tersebut, restoran biasanya sudah melayani pelanggan sejak pagi hari.

Tags

Related Post

Leave a Comment

×